Baca Dulu, Tahan Jangan Sebarkan!

Semangat awal memang selalu menggebu tapi jangan juga tergesa menyikapi banyaknya informasi yang ada sekarang ini, tantangan yang begitu jelas di depan mata berbarengan dengan adanya budaya digital di masyarakat kita  sekarang ini tak lepas dengan maraknya informasi yang mudah dibuat tanpa memperhitungkan dampaknya, ada yang memang mencari keuntungan untuk diri sendiri maupun kelompok tanpa melihat dampak pada orang lain yang berimbas semua tertarik dengan judul tanpa melihat sumber informasi dan menyaring situs yang mementingkan pihak tertentu.

Ketika melihat banyaknya Informasi yang mudah didapat dan melihat dari tautan judul Clickbait sekali klik share, jumlah like dan koment yang banyak (artinya sudah memulai perdebatan antara pihak pro dan kontra) yang bermula dari sebuah judul berita disalah satu situs contohnya yang sekarang ini banyak dirasakan belakangan ini, terutama di branda Facebook saya dan Twitter bermodalkan screencaptur, foto dan judul yang cepat ingin dapat reaksi dari si pembaca.

Tetap Konsisten dalam Bersosial Media dalam arti kembali ke tujuan , yang saya memang sangat minat Informasi yang  update. Updatenya Informasi saya sangat pilah pilih, terutama saya kenal Internet cukup membuat penasaran dengan kata pencarian. Kalau dibilang nyerah dan tidak siap saya mungkin sudah tidak pernah kelihatan di Online. Saya masih bisa mendapatkan Informasi yang bermanfaat dan untuk dipelajari selanjutnya, mengunjungi situs luar yang memang selalu memberi perkembangan perubahan dalam kemajuan Teknologi.Sedangkan disini masih saja meributkan dari sebuah judul dr media online yang sangat mengundang pembaca. Saya punya Tips cara agar tidak terbawa arus untuk komentar berlebihan yang jatuhnya menimbulkan kebencian karena melebihi batas dalam ucapan, yang aturan untuk bertukar pendapat malah jadi saling serang sana-sini

  1. Tidak perlu terburu2 mengabarkan model screncaptur atau judul sebuah berita di media online, ditunggu klarifikasi terlebih dahulu!
  2. Melihat reaksi dari pembaca yang memang kalau judul luar biasa minat rasa ingin tahu besar, mohon di tahan !
  3. Saya biasanya kalau baca cari perbandingan sebuah judul di salah satu media mana yang terlihat memihak dan mana yang memang biasa saja tapi buat saya tahu , dan saya menahan tidak mau berkomentar selalu yaaa menahan komentar yang memojokan!
  4. Mempelajari dan meneliti dengan pemahaman ala kadarnya seperti contoh aplikasi WA maupun BBM dan Sejenisnya saya selalu cek dan ricek , ada yang memang cari sensasi dan adapula yang keisengan melebihi batas, dijaman sekarang ini sangat mudah melihat dari aplikasi yang biasa kita gunakan, biasanya tidak jauh ada yang namanya fake aplikasi kembali lagi pada user.
  5. Sejatinya kita di sosial media hanya mengontrak yang dikasih kebebasan dan timbal balik data kita digunakan oleh penyedia layanan. Seperti halnya sebuah produk baru yang mengadakan riset dengan kriteria, usia dan jenis kelamin hal yang sama dilakuakan saat kita registerasi di akun sosmed. Jadi yang selama ini saya pantau reaksi paling santer itu memang ada yang punya panggung dan semua ingin followernya memberi reaksi munculah dari kubu ini, itu!

Ketika yang lain menyerah untuk beralih ke Sosmed yang lain memang ada sebuah pilihan  untuk tidak terbawa arus dalam ucapan dan peranya masing2. Mengundang reaksi memang sangat mudah digunakan yang berbarengan dengan moment, tak lepas juga dari penyebar isu yang kian banyak dan terkadang tidak bertanggung jawab.

Belum lagi banyaknya Hoax yang beredar belakangan ini antara ingin cepat menyebarkan dan berkomentar tanpa melihat sumber, inilah  salah satu kelemahan yang sering terjadi. Buat teman2 jika tidak ingin terjebak dalam Hoax rekomen dari saya untuk perbandingan isu yang disebar teman atau yang kita tahu di sosial media lainnya, saran saya   coba untuk bergabung di group Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax yang ada di Facebook . Isu yang memang santer  jadi perbincangan Netizen bisa jadi penyeimbangan Informasi, dari yang tipe penyebar Hoax dan ada Klarifikasi. Jadi intinya kita sebagai pembaca tahu menahan diri dan tidak ikut2an untuk menyebarkan Hoax dan memfitnah.

 

c2qkej1ukaajxjp

Advertisements

About errick

|| Penikmat Kuliner || Penikmat Kopi || Separuh Blogger || AC Milan ||
This entry was posted in Cara Pandang, Sosial Media. Bookmark the permalink.

4 Responses to Baca Dulu, Tahan Jangan Sebarkan!

  1. winnymarlina says:

    hoax ini lg musim ya

    Like

  2. Grant says:

    Terlalu banyak hoax, jadi bingung. Bener banget tuh ulasannya, mesti tahan dulu, baca baik2, cari tau bener nggaknya.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s