Kisah Mudik Tahun Ini

 

 

Hallo…..

Semoga semua masih dalam keadaan sehat dan semakin kuat menjawab segala pertanyaan di moment lebaran ya hehe

Masih dalam suasana lebaran dan pastinya blog ini juga perlu dibersihin dari debu yang lama ndak nulis, mohon maaf lahir dan bathin (salim satu2 temen di blog)

Moment lebaran yang baru saja di lewati tentunya selalu menjadi pertanyaan dan kisah yang unik setiap perjalana baik itu saat mudik, maupun  tiba di kampung halaman. Nggak usah bahas halaman berapa yang penting halaman yang luas tanpa di undang siapapun yang melintas di kampung halaman pasti akan mampir, dengan tujuan berjabat tangan terkadang juga pangling dalam hati saya (ini anak siapa?) tanpa basa basi salam tempelpun terjadi. Lebaran saya tidak banyak kemana2 hanya inti dari sebuah hari yang fitri , tujuan utama memang untuk keluarga dan orang2 terdekat di sekitar saya.

Seperti biasa mudik ke Solo  waktu boleh dibilang singkat berangkat tanggal 5 balik tanggal 9 tapi tak mengurangi rasa rindu akan kampung halaman. Kereta malam Argo Lawu  Gambir-Solo Blapan menemani malam takbiran di jalan, sepanjang perjalanan yang ditempuh kurang lebih 8 jam dan dinginya kereta malam itu, untung saja ada teman yang menemani sepanjang perjalanan *kemudian nyender* 😀 . Selalu asik tiap perjalanan yaaa emang harusnya dinikmati , karena saya tidak mempermsalahkan jarak tempuh selagi ada teman asik waktu yang terbilang jauh kalau hanya diam memang terasa jauh, lain halnya jika ada teman ngobrol waktu begitu cepat dan sampai tujuan .

 

Sampai Stasiun Solo Balapan jam 4 pagi.

Perjalanan yang tepat waktu dan sehari jelang lebaran yang sedang ramai dibicarakan di Twitter ada ledakan bom bunuh diri di Mapolresta Solo. Tak perlu khawatir dijalan hastag #KamiTidakTakut  pun saya gunakan untuk siap menuju perjalanan ke Kota Solo pada saat itu, sesampai di Solo saya pun tlpn org rumah untuk dijemput, berhubung waktu yang tidak memungkinkan karena barengan Salat Ied saya pun memutus kan untuk berjalan ke Terminal Tirtonadi. Saya pun sedikit penasaran untuk kondisi Terminal Tirtonadi yang sekarang ini yang katanya sih sudah termasuk Terminal Termegah di Jawa , berikut sedikit jepretan dari hp saya yang melintas akan rasa penasaran itu

IMG_20160706_055627

Menuju Ruang Tunggu

 

 

IMG_20160706_060042

Ruang Tunggu Penumpang tujuan Surabaya – Bali (Mas yang duduk sepertinya lagi nyiapin jawaban dari “Kapan Kawin?” )

 

 

IMG_20160706_055642

Ruang Tunggu Santai (enak yaa asik sambil ngopi udah kayak ruang tamu )

 

 

Fasilitas lainya yang sekarang beda jauh gak kayak dulu jamanya Didi Kempot nyanyi Terminal Tirtonadi hehe

IMG_20160706_055809

Toilet untuk Difabel (dan papan penunjuk arah ke berbagai jurusan di Jawa Tengah dan Jawa Timur )

 

IMG_20160706_055729

Masjid di Terminal Tirtonadi  Solo

Intinya bahagia saat mudik bukan hanya dapat THR dan Bonus lainya, tapi Perjalanan Mudik dan bertemu keluarga, liburan semua asik tak ternilai harganya walau waktu mudik terbilang cepat rasa rindu yang terobati ini jadi bagian rasa satu untuk semangat dalam menjalankan segala hal.

Karena Mudik adalah Koentji untuk Cah Perantauan 🙂

Yowes yaa segini dulu deh sedikit kisah mudik saya tahun ini….

Buat yang ndak mudik kemarin tetap bisa menikmati ko di Jakarta dan yang sudah balik ke Jakarta kalian kudu kuat gaes…..

Kerja..kerja…nabung buat mudik 2017 😀

AS

 

 

 

 

Advertisements
This entry was posted in Cara Pandang, Cerita Sekitar, Foto Sekitar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Kisah Mudik Tahun Ini

  1. nengsyera says:

    Mohon maaf lahir dan batin erik 😊😊

    Like

  2. Gara says:

    Mohon maaf lahir batin ya Mas Erik. Bagus ya terminalnya, bersih dan jelas petunjuknya. Moga-moga jadi contoh buat terminal-terminal lain supaya berbenah agar bisa tertib dan nyaman bagi penumpang; habisnya terminal kan identik dengan hal-hal menakutkan, macam kejahatan, calo, dan lain-lain. Terminal di Surabaya juga sudah lumayan Mas menurut saya, di sana lumayan tertib :)).

    Liked by 1 person

    • errick says:

      iya Gara sama2 maaf lahir dan bathin juga yaaaa. 🙂 beda gak kayak tahun 97an jauh lebih baik, bersih gak kumuh nah ini calo dan buat rasa nyaman penumpang yang harus terus ditingkatkan sepertinya, terakhir ke terminal lampung raja basah saya merasakan duh banyak yang minta2

      Like

  3. winnymarlina says:

    sebelah kiri aku banget haha

    Like

  4. Pingback: Inovasi Transportasi – EAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s