Kritikan pada Rasa Empati

Beberapa hari yang lalu media sosial banyak banget yang pada kritik dan menunjukan rasa Empati yang memang sebagai manusia di muka bumi ini sangat berdekatan dengan rasa walau jauh dimata dan sebagai rasa Empati dari apa yang dilihat menunjukan reaksi. Saya pribadi menanggapi hal tersebut penuh dengan hal yang memancing untuk ingin berkomentar juga, tapi saya punya cara sendiri dan tak mau berlarut dalam suasana perbedaan yang cukup panjang rauwis-uwis, kebebasan seroang menunjukan bentuk terhadap kejadian adalah hal yang sepatutnya tak perlu dipermasalahkan dan di kritik untuk berpendapat yang sama, tak bisa seperti itu.

Rasa Empati orang itu sudah ada dan takaranya semua punya untuk berpendapat bukan untuk berdebat hal yang tidak penting, kalau rasa Empati seorang pada orang yang tidak kenal dan menuai kritik yang berlebihan dan jatuh kepada kebencian personal berarti itu orang kurang piknik.

Yang tidak habis pikir juga saya ketika Rasa Empati pada suatu kejadian. ada yang memberi bahan lelucon ini sudah kelewatan.

Kedewasaan seorang  jangan membuat latah dan membandingkan suatu kejadian yang baru sama yang sudah ada sebelumnya, karena segala bentuk kejadian apapaun itu hatilah yang tergerak untuk memberi Rasa Empati bukan untuk berdebat dan saling menyalahkan.

Tak bisa dihindari tapi harus bisa memberi tanggapan, kiranya bijak melihat keadaan.

Namanya jaman dimana Media Sosial mudah ditemukan dan reaksi pengguna yang berbeda2 jadi so bikin hidup untuk tetap nyaman antara kebebasan berpendapat dan pencitraan di media sosial yang sudah bersamaan sering jalanya waktu, kalaupun menemukan yang nggak sreg cukup komentar seperlunya jangan berlebihan atau diam tapi tahu bukan untuk memancing harimau yang sedang tidur 😐

 

Advertisements
This entry was posted in Cara Pandang, Cerita Sekitar, Sosial Media. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kritikan pada Rasa Empati

  1. Rani Asean says:

    Waw dalem…tampaknya tulisan ini mendukung adanya undang-undang hate speech, tapikan setiap persoalan selalu ada pihak yang pro dan kontra. Begitulah hidup bermasyarakat sudut pandangnya gak dari satu sisi aja. 🙂

    Like

    • errick says:

      undang2 hate speech ini secara pribadi sih bebas selagi org bisa berpendapat dalam batasanya, tapi yang namanya berlarut dalam pro dan kontra yang kadang bisa sampai mengungkit ke personal gak relevan mrembet kemana2 . Tapi ini juga gegara ganti pp facebook jadi ada bahasan yang mengundang kritikan

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s