Menjadi Perantau Yang Tahu Arah dan Tujuan (D- 5)

Dijalani, Disyukuri, Dinikmati, Dipelajari  dan Diperoleh (D-5)

Mungkin sebagian orang ada yang memang tujuanya datang untuk suatu pekerjaan dan terus senang-senang atas apa yang  di dapatnya, namun ada  juga tujuan yang datang terus untuk maju bergerak dalam setiap tindakan yang mana pekerjaan dan kesenangan dalam batasnya yang cukup dan tidak berlebihan. Sangat berasa sekali dengan tujuan yang pertama adalah seorang pendatang untuk mendapatkan pekerjaan, setelah itu mengaktualisasi diri dalam lingkungan kerja, buat anak Kost ini sungguh merasakan, tujuan datang dan cari pekerjaan dan setelah mendapatkan hal yang tak lepas adalah menjaga kebiasaan sehari-hari di rumah atau kampung halaman yang tidak banyak gengsi, pekerjaan apapaun di Kost seperti nyuci, beberes kamar yang memang butuh kemandirian juga, bukan hal yang dipandang sebelah mata namun juga merasakan capek 😀

Ingat kata orang tua bilang, kalau sudah keluar dari rumah adalah harus bisa berdiri dan mandiri orang tua hanya bisa mendoakan pada anaknya yang terbaik dalam setiap usahanya dan tidak membebani orang tua, mandirilah dari apa yang sedang dikerjakan dan tetap ingat keluarga dengan keadaan apapun itu, jangan merasa nyaman di tempat orang, selain di rumah sendiri.

Benar memang kata orang tua yang kemarin saya sempat telepon melalui ponsel yang memang selalu mengingatkan tak pernah berhenti, untuk selalu jaga diri dimana kaki berpijak, maklum juga punya 2 adek laki yang boleh dibilang saya mengontrol dari jauh, kalau yang satu memang sudah kerja di Bangka Belitung dan yang satunya masih sekolah.

Di usia yang belum kepala 3 tapi nyaris kepala 3 (3 tahun lagi)  masih banyak yang saya rasakan sebagai Cah Rantau memang pernah merasakan pingin balik dan leyeh-leyeh di kampung halaman, tapi itu juga ada rasanya saat dimana mungkin sedang lelah dan lapar 😀 kalau lapar emang gitu bawaanya pengen makan yang enak-enak di kampung dan nambah belum lagi kalau udah kenal namanya sambel bawang + belut dan sak lalapannya lah pokoknya xixix

Setelah merasakan dan mencoba berpandang luas banyak yang saya temukan selain orang-orang yang cara berpikir luas dengan segudang pengalaman yang dimiliki dan jam terbang yang terbilang cukup, tentunya ini nilai lebih tempat saling berbagi pengalaman yang sangat bermanfaat sekali, dan dalam bersosialisasi baik itu dari kalangan sekelasnya apapaun itu untuk bisa menerima dan pelajaran yang sangat berharga, dari yang hobi kuliner pendekatan dari kalangan pedagang adalah hal yang menarik dan untuk jadi tongkrongan sambil makan selain dibumbuin oleh penyedap rasa, juga dibumbuin oleh berbagai pengalaman rasa sejak berdirinya usaha kuliner mereka, kalau untuk sekitaran Jl.Lombok yaa memang saya sering kesana, dengan alasan dulunya pernah bekerja di kantor Hukum yang berada di Jl.Yusuf Adiwinata 33 (Law Office CMYD) boleh dikatakan kalau kesana saya di tawarin makan terus berbagai pilihan dan kalau di bayar tidak mau, tapi saya tahu mereka usaha bayar itu sudah menjadi cara terbaik untuk menjaga perut kenyang dan terus mampir ke tempat itu.

Dari berbagai cerita, tahu nggak?  yang usaha kuliner permalam mulai buka dari jam 16.00 wib sampai habis biasanya sekitaran jam 2-3 Pagi, di hari biasa bisa meraup pendapatan 4-5 Juta  dan di hari Jum’at malam sampai malam Minggu bisa mencapai 7 Juta, menu favorite disana itu nggak jauh dari Nasi Gila, Go Hiong, Ayam Malaya, Ayam Kuluyuk  Saya kenal dengan pemiliknya langsung dan saya pun pernah berpikir kalau usaha Kuliner itu hidup setiap orang pasti ingin merasakan, apa lagi makan sudah jadi kebutuhan sehari yang tidak jauh dari kata sandang, pangan dan papan disinilah yang menjadikan kita jangan hanya duduk diam dan makan, tapi juga bertanya dengan berbagai hal menarik atas berdirinya sebuah Kuliner yang hidup ditengah kota yang buat seorang pengunjung balik dengan rasa dan duduk dengan cerita 🙂

Bukan hanya soal kuliner, tapi juga soal keberadaan orang baru disekitar saya dengan berbagai pengalaman, baik dibidang Musik (suka),  Olahraga (suka), Politik (sebenernya kurang suka, tapi dimanapun berada pasti ada) , Film dan Startup (ini suka dan peluang merintis) dan yang tidak kalah serunya adalah teman-teman Blogger yang bukan hanya berbagi pengalaman yang seru dan menarik, melainkan bisa duduk bersama dengan keseruan atas apa yang diceritakan di Blog yaa Kopdar gitu 🙂

Terlalu asik untuk diceritakan melalui perasaanlah yang terus merasakan dimana saya berada, bukan sekedar duduk diam.

Dan ini juga yang membuat saya asik ngetwit menemukan satu twet sebagai renungan buat kita semua

Ini juga termasuk

Saya memang tidak terlalu kenal dekat dengan orang di media sosial, setidaknya apa yang mereka berikan adalah sebuah umpan yang mana kita siap tidaknya menerima informasi ada yang dipuji ada yang dicaci atau bisa disebut pencitraan semata, kalau sesuatu yang baik buat kita kenapa tidak untuk kita terima dan menjadi suatu penyeimbang akan derasnya informasi di linimasa.

Selain pengembangan diri dan tentunya saya sangat Welcome terhadap apa yang baru dan membuat saya ingin tahu lebih, rasa ingin tahu seperti haus akan informasi dan meminum untuk menjadi obat hati, bukan sakit hati yaa ini 😀

Advertisements
This entry was posted in Cara Pandang, Cerita Sekitar. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s