Mungkin Nggak Ojek bisa di Bikin Film?

Seperti sebelumnya, kalau udah namanya di ranah Maya itu apa-apa cepet reflek, entah itu bisa dari pekerja kretif mempunyai ide yang memang sesuatu ingin disampaiakan secara visual tentang ekonomi misalnya atau persaingan dan pokoknya banyak deh untuk mengembangkan sebuah ide tersebut, contohnya saja tau dong itu film Republik Twitter yang di Sutradarai oleh Kuntz Agus awalnya dari mana sih? Aplikasi Sosial Media yang bernama Twitter kan?

Seiring berjalanya waktu apa jadinya jika sebuah Aplikasi Ojek dibikin film? yang bertemakan, terutama untuk para pekerja Ojek baik yang Offline dan Online ketika semuanya berpendapat dan berbagai tanggapan telah muncul, baik yg pro maupun kontra disini berpikir untuk menemukan solusi seperti apa agar semua bisa tetap jalan dan tetap menghidupkan lapangan kerja yang ada, tau kan sekarang ini kerja itu susah kalau nggak punya skil, Ojek mungkin sudah ada sejak lama itu yang Offline, namun kemunculan ojek berbasis Online muncul reaksi yang boleh dibilang cukup geleng-geleng saya kalau ada berita Ojek ini…itu…bla…bla…njuk aku kud piye jal?

Untuk sebuah aplikasi yang memang banyak dikembangkan oleh para Developer  tepatnya dan Inovasi dari Indonesia. Booming itu memang sangat tak terduga, fenomena Batu Akik salah satunya tapi kalau mau dibikin film Batu itu diam berat dan tak bersuara, menariknya gerakan nggosok akik dimana-mana bisa ditemui 😀

Nah apa jadinya jika Ojek Aplikasi ini dibikin film? ini sih cuma pemikiran yang lewat gitu aja tadi pas ngetwit 😀  jadi kepikiran menuangkan yang ada dibenak kepala, bisa jadi ada dan bisa jadi nggak ada, tergantung yang bikin dan yang riset juga kalau ada *mlipir*

Ada 2 mungkin yang menjadi Booming Ojek Aplikasi dari sukses pengembangan Aplikasi dan peluang bagi Pekerja dengan syarat yang memang bisa diterima dengan ijazah SMP dan prosedur lainya yang ada, dan bisa diterapkan seluruh pengemudi Ojek bisa dengan mudah menggunakan kemudahan berteknolgi dan makin bertambah wawasan, kerja keras Aplikasi Ojek ini untuk merangkul Ojek Offline yang memang tak mudah dengan ucapan, karena mereka terbiasa dengan keseharian dengan cara mencari dan mengantar sesuai harga yang ditawarkan. Lantas akan seperti apa nanti alur certanya? saya juga banyak untuk mencari tahu baik itu kekurangan dan kelebihan saat menggunakanya, lanjut nanti yaahh tulisanya 🙂

Advertisements
This entry was posted in Cara Pandang, Cerita Sekitar, Sosial Media. Bookmark the permalink.

2 Responses to Mungkin Nggak Ojek bisa di Bikin Film?

  1. Gara says:

    Mungkin-mungkin saja sih Mas kalau menurut saya, selama ada ide terus ada penggarap dan potensial untuk diterima masyarakat, sangat mungkin dieksekusi. Tinggal bagaimana eksekusinya saja, ide ini digarap seperti apa dan bagaimana menjadikannya menarik. Kedekatan ojek dengan masyarakat kan membuat ide ini tidak susah untuk diterima soalnya semua orang hampir pasti pernah naik ojek, kan :hehe.

    Liked by 1 person

    • errick says:

      nah itu juga poin salah satunya, sisi emosional dan pesan yang ingin disampaikan memang bukan sekedar trend, melainkan terobosan seperti apa nantinya jika Ojek Aplikasi menjadi besar dan mampu mensejahterakan orang banyak dari segi penghasilan dan dengan skil yg ada untuk terus dikembangkan, dengan mudahnya sekarang orang menggunakan teknologi untuk kebutuhan sehari2 dan emang kudu melek juga :))

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s