Mengurangi Rasa Marah, Keluh dan Kesah

Tak mudah memang tapi ini jadi bagian untuk mengendalikan diri dalam keadaan yang mana tidak kita sukai atau tertekan dan terlepas kontrol dengan mudahnya saat tekanan emosi meluap entah kemana.

Ada banyak yang dihadapi dan ada keluhan, tapi keluhan itu bisa jadi suatu ungkapan yang dirasa bukan mengeluh untuk tidak, misalnya “duh capeknya” atau “gila macetnya kayak gini” ya ngedumel aja terus bukan ngeluh tidak bersyukurkan ini, cuma merasakan aja sebenernya 😀 itu ada

Marah

Yang sering kita alami dan sering melihat keadaan orang marah, baik itu di rumah, kantor dan tempat umum lainya. Disatu sisi yang kita lihat kalau orang lagi marah itu yang marahnya bukan sama kita, malah kita yang kena marah disini kadang muncul padahal rasa tenang yang ada sebenarnya dari kita, nah terpancing bawaanya jadi pengen marah juga ya gak ? 😀

Latah marah saat melihat orang lagi marah (ada)

marah sebenrnya bukan makanan sehari-hari yang harus dihadapi tapi melihat situasi yang memang sebenernya bawaanya aja sih, dari yang udah-udah kalau pas lagi liat orang marah sama orang lain posisi yang dihadapi sebenernya hanya menyaksikan orang marah, disini juga kadang teruji, apa ikutan latah marah juga apa enggak? apa cuma jadi penonton yang memberi sorak-sorakan bikin situasi tambah memanas buat mereka yang sedang marah? atau hanya terdiam dan bukan urusan.saya

Sering banget nih ketemu orang marah di tempat umum, ya masalah sebenrnya nggak tau banget tapi yaa itu tadi, orang yang marah di tempat umum itu kenapa begitu cepat jadi perhatian banyak orang? yang tiba-tiba pada nyamperin

“woy ada apa nih?” ucap seorang yang nyamperin

Sosok pembela yang tiba-tiba datang ditengah kerumunan saat orang marah, niat hati melerai eh yang marah bilang begini

“Lu gak usah ikut campur urusan gue sama si dia!!!” muka tegang kata orang yang lagi marah

okay fine balik mundur … *nenteng sandal*

Hal yang paling malas menanggapi orang kalau lagi marah sebenarnya, bukan karena takut, tapi terlalu ditanggapi capek sendiri yang menghadapi orang lagi emosi dari nalar aja udah ketauan gak ke kontrol dan gak pake logika orang kalau lagi emosi mudah melakukan apa aja diluar dugaan, jadi lebih baik ngomong untuk menenangkan situasi dan tidak membuat gaduh dengan perlawanan marah kita juga ikutan marah!

Untung aja selama ini dengan jalannya usia yang memang harus disesuaikan dengan tingkah laku menjadikan tolak ukur untuk mengontrol emosi, bukan lagi marah-marah yang nggak jelas, meributkan hal sepele yang berujung kemarahan seorang, memancing emosi seorang.

Mengeluh dan Kesah

Mengeluh biasanya yang sering terjadi saat orang terdiam sepi, sunyi, sendiri pikiran kalut tiba-tiba di dekati seorang, ada juga yang meratapi keadaan yang kurang beruntung dan kurang dalam kesehariannya , boleh dibilang ada curhat dibalik keluh, kesah.

Di dunia kerja apa lagi di kota sering juga, apa ini boleh dibilang mengeluh

contoh : “Macetnya yaa ampun dah ini, Jakarta tiap sore tua dijalan ini namanya”   *padahal hampir tiap hari pulang kerja*

ada yang menanggapi seperti ini

“Kalau gak mau kena macet, udah cari kerja yang deket rumah”  *ngomong di dalam hati*

Tapi yang patut jadi pelajaran dan contoh orang yang tinggal di Desa dengan keseharianya yang selagi bisa nyari, sehat dan tercukupi mereka tenang dan santai,

“hidup di desa memang seperti ini”  ucapan yang sering kita dengar salah dari kakek atau nenek yang tinggal di desa

Disitu kita hanya bisa melihat dan mendengarkan cerita keseharianya, dan kadang belum merasakan apa yang mereka kerjakan.

paling banter “duh item nih baru 2 hari dikampung”   *mulai males-malesan* 😀

Jadi memang harus siap dalam keadaan untuk menjaga rasa Ngeluh dan Kesah, baik itu keadaan nanti yang kita alami, nggak mungkin enak-enakan terus, pasti ada situasi yang mana membuat kita mengeluh dengan keadaan.

Pelajaran berharga dalam setiap yang kita alami adalah buah untuk tidak sering terjadi, setidaknya kita masih bisa untuk menjaga dari Rasa Marah Keluh dan Kesah.

Advertisements

About errick

|| Penikmat Kuliner || Penikmat Kopi || Separuh Blogger || AC Milan ||
This entry was posted in Cara Pandang. Bookmark the permalink.

6 Responses to Mengurangi Rasa Marah, Keluh dan Kesah

  1. winnymarch says:

    harus mengurnagi sikap ini

    Like

  2. Marialc says:

    Kalau soal macet di jakarta, kadang2 udah bikin speechless sampe terima nasib aja jadinya. Hehe. Salam kenal yaa 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s