Cara Pandang “Orang Yang Menilai Kita”

Tak luput dengan keadaan kita yang selalu ada saja namanya orang melihat dan memberi komentar tentang kita, tanpa mengenal maupun kenal disitu terkadang kita merasakan hal yang seharusnya tak perlu dipermasalahkan, anggaplah orang yang menilai kita itu adalah sebuah perhatian yang lebih dengan apa yang sedang kita kerjakan sekarang ini, pada dasarnya mereka sangat perhatian tapi tak bisa secara langsung untuk mengucapkan itu di depan muka, dan selalu banyak dibelakang untuk menilai .
Saat orang untuk berkata yang tidak sejalan dengan pemikiranya adalah suatu cara perbedaan pandangan, jangan memunculkan suatu opini yang tidak setuju, menerima dengan keadaan dan welcom dengan setiap pemikiran adalah kebebasan orang untuk berpendapat.
Menjadi bahan omongan orang itu yang sering kita dengar dan banyak dengan sentimen dan negatif pemikiran yang dilontarkan, disinilah kita menyadari semua orang mempunyai hak untuk berpendapat dan kita juga lah yang bagaimana untuk menyikapi hal seperti itu?
Kita yang pernah merasakan hal seperti itu terkadang menjadi tekanan psikologis yang rentan pada anak ABG yang selalu memikirkan berulang-ulang seperti terpancing di benak pikiran dan sedikit untuk sulit untuk menyadari perkataan seperti itu .
Saat kita dipandang orang dengan hal yang tidak sejalan dengan pemikiran mereka, disini adalah kita untuk menunjukan hal yang beda dan penuh tantangan, entah sampai dimana tantangan yang kita jalani akan berujung hingga membuahkan hasil yang maksimal dalam arti kita mengerjakan sesuatu tapi sudah banyak komentar dengan apa yang kita kerjakan ini juga semacam godaan agar kita mudah berhenti dengan apa yang mereka ucapkan lalu tak jadi dikerjakan, yang ujungnya kita mandeg mengerjakan.
Jadilah orang yang terus berani untuk melakukan tak perlu takut salah karena ucapan orang dengan kritikan yang mungkin sedikit pahit.

Advertisements
This entry was posted in Cara Pandang. Bookmark the permalink.

9 Responses to Cara Pandang “Orang Yang Menilai Kita”

  1. Aiko says:

    biasa ya manusia, bisanya komentar aja padahal gak tau dibalik semua itu ada apa

    Like

  2. Bener banget. Aku paling sering denger komentar tuh “Lu mah enak … (isi sendiri dgn komen yg mendiskreditkan usaha mencapai sesuatu”. Ujung2nya krn males, jadi mengurangi porsi teman deh.

    Like

    • errickaka says:

      Nah tuh kan hal yg sama juga ini terkadang capek juga kita diurusin orang padahal kita bisa untuk kerjain sendiri, dan orang itu yg komentar juga bakalan tahu nanti hasilnya kan

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s