Cara Gue Menangkap Ide Untuk Menulis

aje gile…gue sadar ga yaa? menulis tema seperti ini ?

gue hanya bilang, Ide datang begitu aja lalu gue tangkap, tapi bukan dengan tangan hehe

ehmm..Ide..Ide..Ide….!!!

Ide itu bisa datng ,kapan saja, dimana saja, masa lalu, masa sekarang, saat merenungkan diri dan pada saat nongkrong di kamar mandi 😀

nah…dengan adanya Ide, gue punya cara untuk mengikat Ide yang udah bermunculan di kepala.

Begini cara gue menangkap Ide tapi gue jelasin sedikit tentang Ide.

*Ide itu sebagai harta karun menurut gue.

*Ide itu temuan berdasarkan penelitian, yang Ide itu, kita dapat,lalu kita kembangkan secara logika.

*Ide itu juga sebenarnya menunggu kita lho…dan bukan kita yang menunggu Ide.

nah…sekarang gue Bertanya dan gua juga yang harus Menjawab hohoh

Bagaimana Cara Menangkap Ide?

gue mulai yaa…

ini berdasarkan apa ytang pernah gue alami, ketika ada Ide.

Pertama : Gue mendapat Ide, kebanyakan dari apa aja yang pernah gue alami di masa lalu dan kejadian di sekitar gue  sekarang, ada juga dari Referensi Buku, sehingga muncul Ide itu, lalu gue Tangkap dulu.

Kedua: Ide yang datang secara tiba-tiba. nah…pas Ide itu datang , gue langsung tangkap, bisa gue ambil sebuah Pulpen lalu mencatatnya di secarik kertas dan bisa juga, kalau gue lagi pegang Handphone, gue ketik trus, gue save di Draft, yang penting Ide itu udah gue save dan gue kunci, nah..udah enggak berkeliaran kan di kepala, udah gue save kita diamkan dulu, sambil banyak-banyak cari dari Referensi Buku, apakah Ide yang kita dapat, masuk akal apa tidak?

Ketiga: Ide yang udah kita dapat, sekarang kita coba, untuk membebaskanya dan di jadikan bahan untuk menulis, pertama-tama gunakan otak kanan dan gunakan cara “menulis bebas“, kita juga harus tetap Fokus dengan “Sudut pandang” apa yang sedang kita tulis, agar tulisan tidak ngelantur dan harus setia pada sudut pandang yang akan di sampaikan.

Keempat: nah..setelah kita udah mendapatkan Ide secara matang, langkah selanjutnya adalah kita kembangkan dengan cara Linier yang artinya dari awalan, pertengahan, dan akhir.

Kelima: ini sih, udah tahap gue untuk menulidan jadi cerita, tapi dengan cara, kita harus tau langkah-langkahnya dari Struktur, Perencanaan Cerita, Tema,Tempo waktu, Setting (yang gue maksud adalah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana Cerita), masih ada lagi nih Penokohan, Dialog dan Alurnya, pesan gue Jangan membuat “twist ending” (yang tak terduga) yang dapat di baca terlalu dini.

hmmm….udah tuh ada Lima Cara gue 🙂

Setelah kita selesai menangkap Ide, mengembangkan dan jadi Cerita, yang perlu kita tau adalah “Baca Ulang”, karena Tulisan itu juga enggak langsung jadi, tapi masih perlu kita perbaiki, dari Tanda Baca dan Tata Bahasa.

Cara Gue Menangkap Ide Untuk Menulis hasil dari Naskah Tulisan gue yang belum di Publikasikan

untuk bentuk Cerita udah jadi 25 Halaman A4

Judul masih gue Rahasiakan 🙂

Cerita “Gut emotional appeal” memiliki hal yang menggerakan hati

Untuk Tokoh: 4 Peran utama (Protagonis, Tritagonis, Antagonis, Tritagonis)

Tokoh Lain: 3 Peran

Do’anya yaaa..

Semoga gue bisa nyelesain itu Naskah 🙂

Advertisements

About errick

|| Penikmat Kuliner || Penikmat Kopi || Separuh Blogger || AC Milan ||
This entry was posted in Cara Pandang. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s